Seribu liter air saat ini bisa mengandung kurang lebih 8,3 juta partikel mikroplastik. Sampai saat ini identifikasi partikel yang super kecil ini sangatlah menyulitkan karena biasanya partikel-partikel tersebut hanya sekali terdeteksi sebelum akhirnya termakan oleh ikan dan terakumulasi di dalamnya. Sebuah metode yang telah dikembangkan di sebuah negara di Eropa memanfaatkan struktur nanoselulosa untuk identifikasi awal partikel. Nanoselulosa akan menangkap partikel-partikel itu sebelum masuk ke aliran air. Sifat film nanoselulosa dan hidrogel mendukung identifikasi dan menangkap partikel mikroplastik.

Teknologi nanoselulosa juga digunakan di bidang pembuatan kertas dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan pada pembuatan kertas disamping itu ada manfaat lain mengurangi energi proses penggilingan dan menggunakan NBKP untuk pembuatan kertas khusus. Diketahui juga ukuran partikel yang lebih kecil memberikan efek peningkatan kekuatan yang lebih tinggi.

Nanoselulosa mempunyai struktur berpori seperti 'mesh' dan luas permukaan yang lebar. Di dalam air, gaya kapiler yang kuat terbentuk dalam struktur ini, menyebabkan partikel berpindah di dalam mesh dan terikat di dalamnya. Demikian seperti yang dikatakan seorang profesor dari VTT. Struktur nanoselulosa bisa digunakan untuk mengindentifikasi dan menganalisa partikel-partikel ini dan untuk mendapatkan informasi tentang perilakunya pada tahap awal. Dengan ukuran yang tidak bisa dilihat oleh mata partikel ini mempunyai diameter sekitar 100 nanometer.