Kementerian Perindustrian atau Kemenperin mengatakan industri pulp dan kertas perlu meningkatkan daya saing produknya sehingga bisa lebih kompetitif di pasar global. Karena itu, Kemenperin berencana memanfaatkan teknologi terkini supaya dapat menghasilkan inovasi. Hal ini karena Indonesia punya potensi terutama terkait bahan baku, di mana produktivitas tanaman kita jauh lebih tinggi dibandingkan negara-negara pesaing yang beriklim subtropis.

Dalam konteks global, Indonesia saat ini berada di peringkat ke 9 sebagai produsen pulp terbesar di dunia. Selain itu, Indonesia juga menjadi produsen kertas terbesar ke 6 di dunia. Mengacu pada kebijakan industri nasional, pulp dan kertas merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas untuk dikembangkan. Sebabnya, industri pulp dan kertas memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional.

Guna mendongkrak kemampuan industri pulp dan kertas nasional Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) di Bandung ikut berperan aktif dalam upaya pengembangan standar hijau. BBPK Bandung juga telah menggelar 3rd International Symposium on Resource Efficiency in Pulp and Paper Technology (3rd REPTech). Simposium internasional ini bertujuan untuk mempromosikan dan menyebarluaskan inovasi hasil litbang dan pengembangan teknologi berwawasan lingkungan dalam pengelolaan industri pulp dan kertas.

Dari berbagai sumber