Kertas karton saat ini banyak digunakan sebagai kemasan untuk berbagai produk dan mempunyai nilai pasar yang tinggi. Sebuah prediksi menyebutkan permintaan kertas karton akan terus mengalami peningkatan sebagai kertas kemasan dan pada tahun 2024 nilai pasarnya mendekati US$ 150 miliar pada tingkat end-user. Sebagai salah satu produsen kertas dunia, Indonesia berpotensi untuk memproduksi kertas karton untuk memanfaatkan tren meningkatnya penggunaan kertas kemas dunia itu.

Ketersediaan bahan baku tentu saja perlu mendapat perhatian mengingat hutan Indonesia yang sedemikian luas tidak hanya digunakan untuk produksi kertas. Penggunaan bahan baku non-kayu merupakan suatu cara yang dapat ditempuh untuk memproduksi kertas karton. Perkembangan industri kelapa sawit yang semakin pesat selama dua puluh tahun terakhir ini memberikan potensi Tandan Kosong Sawit yang berlimpah, pernah dalam satu tahun dihasilkan TKS sebanyak 25 juta ton. Untuk mempercepat realisasi penggunaan TKS sebagai bahan baku kertas Kementerian Perindustrian menjalin kerjasama dengan perusahaan Jepang yang bergerak di bidang manufaktur serta penjualan mesin industri pulp dan kertas.

Pemanfaatan TKS untuk produksi pulp akan memberikan beberapa dampak positif antara lain memberikan tambahan keuntungan pabrik kelapa sawit yaitu dengan menjual TKS, menurunkan harga produksi pulp karena harga TKS akan lebih murah dibandingkan dengan bahan baku lainnya dan menjaga kelestarian hutan tropis karena akan lebih sedikit ketergantungan pada hutan tropis. Dengan pemanfaatan TKS sebagai sumber pulp dapat mengurangi persentase penggunaan pulp kertas bekas (OCC)

Sumber: Jurnal Selulosa dan lain-lain.