Kementerian Perindustrian (Kemperin) terus memacu industri pulp dan kertas untuk menggunakan teknologi terkini. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemperin mengatakan proses pembuatan kertas dan pulp harus mengutamakan efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan.

Inovasi dalam teknologi khususnya yang ramah lingkungan sejalan dengan implementasi Making Indonesia 4.0. Selain itu, produk yang dihasilkan dengan cara itu bisa lebih mudah masuk pasar global. Sehingga, langkah ini akan berdampak pada peningkatan daya saing produk pulp dan kertas. Peluang pasar masih terbuka dan kapasitas produksi pulp dan kertas meningkat karena ada perluasan.

Mengacu kebijakan nasional, industri pulp dan kertas merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas dalam pengembangannya. Indonesia memiliki potensi terutama terkait bahan baku, di mana produktivitas tanaman di Indonesia lebih tinggi daripada negara pesaing yang beriklim subtropis. Hanya dua negara yang berpeluang memproduksi pulp secara efesien yaitu Indonesia dan Brasil.

Kapasitas produksi pulp Indonesia sebesar 11 juta ton per tahun dan produksi kertas 16 juta ton per tahun. Indonesia berada di peringkat kesembilan untuk produsen pulp terbesar di dunia serta posisi keenam untuk produsen kertas terbesar di dunia. Di sisi tenaga kerja, industri pulp dan kertas menyerap 260.000 tenaga kerja langsung dan 1,1 juta tenaga kerja tidak langsung. Secara tidak langsung, industri pulp dan kertas tergolong sektor padat karya dan berorientasi ekspor.

Dari berbagai sumber