Industri kertas tidak dibuat heran dengan kertas bekas untuk dijadikan bahan baku pembuatan kertas. Kertas bekas atau recycled paper merupakan bahan baku pambuatan kertas alternatif yang menjadi komoditi jika diolah dengan baik.

Sejak bulan Juni lalu, Indonesia mengirim balik 18 atau 103 kontainer sampah terkontaminasi asal Australia yang masuk ke wilayahnya. Pemerintah Indonesia mengatakan, pada prinsipnya, pihak mereka masih bisa menerima impor sampah selama memenuhi kriteria dan spesifikasi terkini yang sudah diatur.

Sampah kertas atau kertas bekas dengan kriteria dan spesifikasi tertentu dapat dijadikan sumber bahan baku alternatif pembuatan kertas. Sampah yang belum terbebas dari kontaminasi limbah B3 (bahan berbahaya dan beracun) akan dipertimbangkan untuk dikirim balik.

Liana Bratasida dari Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) menjelaskan kepada ABC perihal tata cara reekspor yang dilakukan anggota-anggotanya. "Perusahaan hanya bisa reekspor kalau sudah ada persetujuan dari Pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh Bea Cukai. Jadi kemudian keluar BL (bill of lading, daftar rinci pengiriman barang via kapal) dan agen supplier dari luar negeri tersebut bisa mengurus pengkapalannya dan di BL disebut kan nama negara penerimanya. Bagaimana bisa seenaknya diubah negara asal penerimanya," tanya Liana.

Sumber: detik.com