BBPK mengembangkan inovasi alternatif pengganti serat kapas dengan serat rayon dari bahan selulosa atau dissolving pulp. Selama ini pulp rayon di Indonesia diimpor dari Kanada, Afrika Selatan, Skandinavia, Brazil dan Selandia Baru.

Dissolving pulp dikenal juga dengan sebutan pulp rayon, mampu menghasilkan serat rayon berkualitas menyamai serat alami kapas. Tetapi bahan yang banyak digunakan adalah kayu dikhawatirkan akan terjadi deforestasi dan kurang ramah lingkungan.

Bahan baku lain memiliki potensi tersendiri dibandingkan kayu, diantaranya bambu. Banyaknya bambu yang tersedia di dalam negeri tidak serta merta membuat pihak industri memilih tanaman ini sebagai bahan baku pulp rayon. Bambu memiliki kadar silikat tinggi yang membuat peralatan pabrik berkerak lebih cepat sehingga menyumbat pipa.

Inovasi teknologi pulp rayon yang dikembangkan BBPK saat ini masih dalam skala laboratorium dan berhasil menurunkan kadar mineral hingga 40% dan memungkinkan silikat tidak ikut dalam proses