Pabrik komersial nanoselulosa pertama Amerika Serikat berproduksi pada tahun 2015 di tempat bernama Paperlogic, Turner Falls, MA memproduksi sekitar 2 ton perhari. Perusahaan itu menerima aliran dana 350.000 US$ dari pemerintah federal Amerika Serikat. Pabrik ini menggiling pulp kayu menjadi serat nano, sebelumnya proses ini diujicobakan di laboatoeium di University of Maine.

Nanoselulosa digunakan untuk berbagai keperluan industri terdiri dari nanofibrils, nanocrystalline dan jenis bakteri nanoselulosa merupakan bahan baku yang ringan dan kuat sehingga diminati oleh banyak industri seperti mobil, serat kaca dan semen. Pihak industri pulp dan kertas menemukan nanoselulosa sekitar tahun 1980-1990an tetapi biaya produksinya terlalu mahal sehingga tidak bisa dikomersialisasikan.

Sebagai Material Baru Ketika awal ditemukan istilah nanoteknologi, yang didiskusikan oleh penemunya adalah pembuatan mesin dalam skala molekul, motor berukuran nanometer, tangan robot, dan komputer lengkap. Arti nanoteknologi telah berubah selama beberapa tahun setelahnya dari arti semula mesin yang dibuat dari komponen dalam ukuran nano menjadi istilah dengan arti 'segala sesuatu yang berukuran dari 0,1 sampai 100 nm', contohnya serbuk, pelapisan (coating), dan material lainnya yang berukuran nano. Material dengan jumlah yang layak dijadikan sebagai bahan baku produk material adalah selulosa, maka dengan nanoteknologi akan semakin mungkin untuk membuat material dari selulosa berskala nano.

Dari berbagai sumber