Pada tahun-tahun sebelumnya kontribusi industri pulp dan kertas bagi perekonomian nasional terdiri dari pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar kurang lebih Rp42,5 triliun, dari devisa ekspor mencapai USD5 miliar, dan menyerap kurang lebih 1,49 juta orang. Selain itu, terdapat investasi usaha termasuk UMKM dari industri pulp/kertas mencapai Rp422 triliun.

Perusahaan tertentu selama beroperasi sejak 1999, PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) telah berkontribusi terhadap negara sebesar Rp 2,45 triliun. Jumlah itu meliputi dengan komposisi penerimaan pajak Rp 1,92 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp 530 miliar. Selain memberikan kontribusi pendapatan ke pusat, Pemerintah Daerah (Pemda) pun turut merasakan adanya penerimaan tambahan hingga Rp 758,59 miliar sepanjang 1999 hingga 2014.

Dalam konteks global, Indonesia saat ini berada di peringkat ke 9 sebagai produsen pulp terbesar di dunia. Selain itu, Indonesia juga menjadi produsen kertas terbesar ke 6 di dunia. Mengacu pada kebijakan industri nasional, pulp dan kertas merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas untuk dikembangkan. Sebabnya, industri pulp dan kertas memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional.