Revolusi Industri keempat disuarakan pada pertemuan World Economics Forum di Davos, Swiss di bulan Januari 2017 yang lalu. Industri 4.0 merupakan tren transformasi proses industri yang didorong oleh pesatnya perkembangan teknologi, khusunya dalam proses otomasi dan pertukaran data dengan melibatkan aspek cyber-physical system, internet of things dan cloud and cognitive computing. Dengan demikian revolusi industri keempat mengandalkan laju perkembangan konektivitas IT, internet dan pemanfaatan teknologi termutakhir di industri dan bisnis.

Industri 4.0 atau revolusi industri generasi keempat ini dipastikan berimbas ke dalam negeri, sebuah riset menyebutkan dampak industri 4.0 doproyeksikan 3000 kali lebih besar dibandingkan revolusi industri generasi pertama sekitar 200 tahun yang lalu ketika mesin uap pertama kali digunakan secara masif.

Revolusi industri keempat memanfaatkan informasi dan komunikasi secara penuh sehingga melahirkan sebuah bisnis model baru dengan basis digital. Sebagai contoh membuat solusi virtual untuk mem-visualisasikan proses pengukuran di pabrik pulp dan kertas. Dengan bantuan peralatan yang mudah dibawa dan dapat dikenakan, teknisi dapat dengan mudah membuat Instruksi dan pengukuran proses untuk komponen mekanik, katup dan peralatan lainnya.

Dalam hal ini AR justru bisa menghadirkan dunia virtual ke kehidupan nyata para penggunanya. Hal ini membuat seluruh operasi lebih aman dan teratur. Teknisi juga dapat men-shoot video 360 derajat ketika menangani tugas untuk yang pertama kalinya bersama dengan pekerja senior. Ketika melakukan pekerjaan dalam keadaan kesendirian, mereka dapat mem-verifikasi tahapan pekerjaan melalui peralatan AR. Ini adalah satu cara untuk meyakinkan hasil yang baik dalam menangani pekerjaan dengan keamanan yang terjaga.