Industri pulp nasional saat ini menempati peringkat sembilan sebagai produsen penghasil pulp dunia menyumbang devisa negara dalam jumlah yang tidak sedikit, seiring dengan produksi tinggi tidak dapat dihindari limbah keluar dalam jumlah tidak sedikit pula.

Proses pembuatan pulp pada prinsipnya memanfaatkan serat selulosa dari kayu atau non kayu sebagai bahan baku dan menyisihkan senyawa lignin yang dilarutkan sebagai lindi hitam dalam sisa cairan pemasak yang digunakan. Oleh karena itu air limbah dari proses pembuatan pulp sangat dominan mengandung senyawa organik hasil proses delignifikasi yang bersifat kompleks dan sulit didegradasi serta memberikan kontribusi utama dalam pencemaran lingkungan

Aktivitas mikroba mampu menurunkan beban pencemar pada limbah industri pulp dengan menguraikan senyawa lignin dan derivatnya dari bentuk polimer menjadi monomer yang mempunyai berat molekul lebih rendah. Sel mikroba jamur yang telah diamobilisasi mempunyai potensi cukup besar untuk dikembangkan penggunaannya pada sistim pengolahan air limbah pulp khususnya dalam mendegradasi senyawa lignin. Pada kombinasi perlakuan penambahan substrat glukosa 25% v/v dengan penambahan inokulum 10% v/v memberikan reduksi lignin tertinggi yaitu sebesar 59,87%.

Sumber: BBPK