Ketika awal ditemukan istilah nanoteknologi, yang didiskusikan oleh penemunya adalah pembuatan mesin dalam skala molekul, motor berukuran nanometer, tangan robot, dan komputer lengkap. Arti nanoteknologi telah berubah selama beberapa tahun setelahnya dari arti semula mesin yang dibuat dari komponen dalam ukuran nano menjadi istilah dengan arti 'segala sesuatu yang berukuran dari 0,1 sampai 100 nm', contohnya serbuk, pelapisan (coating), dan material lainnya yang berukuran nano.

Material dengan jumlah yang layak dijadikan sebagai bahan baku produk material adalah selulosa, maka dengan nanoteknologi akan semakin mungkin untuk membuat material dari selulosa berskala nano. Nanoselulosa menyediakan platform material baru untuk produksi produk berukuran nano dengan performa tinggi. Nanoteknologi sangat menjanjikan untuk membawa perubahan fundamental dan keuntungan signifikan pada masyarakat, termasuk industri produk hutan.

Penggunaan nanoselulosa dalam komposit akan memberikan peluang untuk memproduksi material dengan berat lebih ringan yang berpotensi menggantikan logam dan plastik. Para peneliti BBPK menggunakan nanoselulosa sebagai aditif untuk meningkatkan kekuatan pada pembuatan kertas serta mengurangi energi proses penggilingan dan penggunaan NBKP serta diaplikasikan untuk kertas khusus, seperti kertas sekuritas yang memerlukan kekuatan yang tinggi.

Sumber: Jurnal Selulosa, Jurnal TAPPI, dan lain-lain