Seorang anak katakanlah bernama Lela Imhof adalah seorang anak pra sekolah yang bahagia dan penuh keingintahuan akan dunia di sekitarnya. Dia sibuk belajar untuk mengenal huruf dan angka dan bagaimana membaca dan menulis namanya. Ya..dia adalah seorang anak yang buta. Untuk Lela secepatnya diberikan literasi braile khususnya braile yang dicetak ke atas kertas akan memastikannya untuk memasuki sekolah taman kanak-kanak sebagaimana halnya anak-anak yang lainnya.

“Kami ingin Lela disiapkan secara akademis sebelum memasuki sekolah taman kanak-kanak sebagaimana anak-anak lainnya,” demikian kata Carrie Sutherland, Ibu Lela. “Itu artinya memulai sesegera mungkin dengan melabeli barang-barang di rumah dengan braile dan menyediakan akses ke buku-buku braile dan mesin tik braile. Segala sesuatu bisa dilakukan anak tiga tahun dalam mencetak, kami lakukan dengan braile pada kertas.”

Sebagaimana membaca dengan penglihatan, literasi braile adalah esensial untuk perkembangan anak-anak yang buta, dan berhubungan dengan kepuasan yang lebih, penghargaan diri dan kesuksesan pekerjaan di kemudian hari dalam kehidupan dengan kelemahan penglihatan.

Skil literasi braile di awal waktu akan menolong Lela ketika beranjak dewasa. Kertas akan memainkan peran yang lebih banyak di dalam hidupnya sebagaimana pada orang dengan penglihatan. “Pikirkanlah seberapa banyak Anda menggunakan kertas dalam kehidupan Anda sehari-hari, membuat daftar belanjaan atau membuat catatan ketika Anda menelpon ,” kata Sutherland. “Tanpa literasi braile dan akses ke peralatan sederhana seperti Perkin Brailler dan kertas, Anda harus mengandalkan hanya pada ingatan Anda untuk semuanya itu.”