Sebuah industri pulp menghasilkan limbah cair yang kemudian ditangani oleh sistem lumpur aktif konvensional. Industri pulp biasa membuat pulp dengan grade yang bervariasi sesuai permintaan konsumen maka limbah yang keluar dari pabrik akan memiliki konsentrasi COD yang fluktuatif dari 5000 sampai 19000 mg/l. Sehingga stabilitas proses dan kemampuan menahan beban yang variatif menjadi faktor yang sangat penting dalam memilih sistem digestasi aerobik.

Pemilihan sebuah industri untuk menentukan terobosan memilih biometana untuk membangkitkan tenaga adalah sebagai konklusi dari pertimbangan keuntungan lingkungan dan sisi keuntungan keuangan. Pembangunan reaktor untuk membangkitkan biometana membutuhkan cukup besar sekira 120.000 meter kubik. Sistem penanganan limbah seperti ini sanggup mencapai efisiensi penghilangan bahan organik dan laju produksi biogas yang tinggi.

Sistem penanganan limbah ini membantu pabrik meningkatkan konsistensi buangan limbah akhir. Pabrik yang menggunakan sistem 'anaerobik pretreatment' ini membolehkan pabrik untuk membebastugaskan sebagian aeration basins yang dimilikinya dimana menyederhanakan sistem penanganan limbah secara keseluruhan dan menghemat biaya operasi dikaitkan dengan sistem penanganan limbah secara konvensional.