Proses lumpur aktif telah digunakan lebih dari 100 tahun. Sejarah sanitasi modern dan penanganan limbah cair dipicu oleh industrialisasi cepat dan urbanisasi pada pertengahan abad 19. Usaha untuk meningkatkan teknik penanganan limbah cair membawa pada invensi proses lumpur aktif (AS) pada tahun 1914. Pada tahun 1914, proses AS diuji pada skala yang lebih besar dalam sebuah pilont plant.

Pabrik besar AS pertama setelah Perang Dunia II sebagian besar di desain secara empiris. Untuk melakukan scale-up proses, tes laboratorium jangka panjang harus dilakukan di unit pilot. Karena karakteristik AS tidak bisa dipahami secara tepat, desain dan konstruksi 'clarifier' sekunder seringkali mencontoh 'settler' primer. Semua itu berubah setelah Octave Levenspiel mempublikasikan hasil karya teknik kimia pionirnya pada tahun 1962 dalam bukunya 'Chemical Reaction Engineering'.

Peneliti menyatakan pengolahan lumpur aktif merupakan proses biologi yang diperlukan untuk menghilangkan pencemar organik terlarut yang belum terpisahkan pada pengolahan fisika lama. Proses lumpur aktif banyak digunakan di industri karena efisiensinya yang tinggi, namun proses ini sangat sensitif sehingga timbul masalah yang bisa mempengaruhi efektivitas pengolahan.



Sumber: jurnal dalam negeri dan luar negeri